Oleh Drs. H. Mardinsyah
Realitas kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini sudah berada pada tahap mencemaskan. Sekalipun Pemilu 2014 masih lama, tetapi kondisi politik sudah memanas . Pertentangan antar partai politik dan pertentangan di lingkaran elit partai politik serta pertentangan antar lembaga negara terlihat semakin menajam. Fenomena politik yang kisruh ini menunjukkan bahwa telah terjadi krisis politik yang berdampak pada kesejahteraan dan keamanan rakyat.
Sementara itu, krisis moral dan etika yang berakar dari krisis budaya semakin berat. Hati nurani yang dicahayai oleh Tuhan telah diabaikan. Sikap dan perilaku yang melanggar moral dan etika dianggap hal yang biasa. Praktik suap dan korupsi yang menghambat terciptanya clean governance terus menggurita. Bahkan setelah Reformasi dilakukan dalam segala bidang kehidupan, terjadi konflik dan silang pendapat ”dikalangan elite ” negeri ini tanpa sebab-sebab yang jelas. Tidak ada pemimpin yang disegani. Para pemimpin sekarang hanya lihai bersilat lidah dan berpura-pura wisdom tanpa keteladanan yang memadai. Para pakar dan ahli politik terjungkal ke jurang bimbang, sehingga rakyat berbuat sesukanya.Dalam kondisi ini, terjadi amuk massa dan bentrok antar warga. Gusur menggusur dan gugat menggugat serta bongkar membongkar kasus telah menjadi berita setiap hari. Jegalan-jegalan dalam politik , menebar fitnah dan buruk sangka hingga korupsi yang merajalela tidak tahu kapan akan berakhirnya. Kehidupan bangsa sedang berlangsung tanpa pedoman dan tidak ada keteladanan dalam etika dan politik .
Realitas objektif diatas perlu menyentakkan kesadaran kita pengurus dan kader PARTAI SARIKAT INDONESIA seluruh Indonesia. Kita harus terpanggil untuk mencerahkan kehidupan politik bangsa yang buram ini. Pengurus dan kader PARTAI SARIKAT INDONESIA dimana berada dipanggil untuk mendengarkan genderang perang kehidupan politik dan membangun semangat perjuangan partai.
Tampaknya kondisi perpolitikan Indonesia berbalik arah kembali kekondisi pemusatan kekuatan politik pada partai tertentu saja. Sehingga terjadi kekuatan absolut yang kembali mengarah kepada sikap otoriter dan kesewenangan yang muncul dengan wajah baru. Tetapi hal tersebut tentu akan merugikan masyarakat luas dan bangsa Indonesia. Karena hanya kepentingan segelintir orang saja yang dapat terakomodasi.
Disisi lain, kondisi ini akan berakibat meluasnya sikap apatis didalam masyarakat, sikap ketidakpedulian yang timbul karena ketidakpercayaan kronis terhadap partai politik. Partai sarikat Indonesia memiliki kesempatan yang luas untuk berpartisipasi didalam politik bangsa. Sikap kritis sebagian masyarakat yang terus berjuang merupakan titik terang bagi perjuangan PARTAI SARIKAT INDONESIA. Terbukanya kasus mafia pemilu, memperlihatkan bahwa masih banyak kesempatan bagi PARTAI SARIKAT INDONESIA untuk berkiprah jika pelaksanaan pemilu berjalan sesuai amanah rakyat, jujur, adil dan bersih dari manipulasi disana sini.
sebagai wadah berhimpunnya masyarakat Indonesia dalam rangka memperjuangkan hak-hak politik dalam iklim kehidupan demokrasi bangsa Indonesia, PARTAI SARIKAT INDONESIA telah dimodali oleh semangat persatuan. PARTAI SARIKAT INDONESIA didirikan dengan sifat dan paham Religiusitas,kebangsaan dan Kerakyatan, yang merupakan akar dari kehidupan bangsa Indonesia.
Inilah Saatnya PARTAI SARIKAT INDONESIA bangkit !



One Response
Pingbacks/Trackbacks
Pingback: PARTAI SARIKAT INDONESIA HARUS BANGKIT « Defrimardinsyah’s Weblog